Tips Hemat Pelihara Kucing di Rumah

Tips Hemat Pelihara Kucing di Rumah. Ini merupakan pengalaman pribadi yang bermanfaat bagi kami. Sekaligus menjadi terapi alami bagi isteri saya yang awalnya tak nyaman jika berada di dekat kucing. Tak langsung pelihara kucing, sebagai terapi awal, kami mencobanya dengan memelihara beberapa ekor kelinci. Tujuannya, paling tidak terbiasa dengan hewan berbulu.

Tips Hemat Pelihara Kucing di Rumah
Kucing itu, binatang yang lucu.

Awal Mulai Pelihara Kucing

Alhamdulillaah, setelah beberapa waktu mencoba memelihara kelinci, isteri saya menjadi tak terlalu mudah merasa ‘risih’ jika berada dekat dengan kucing. Bahkan beberapa kali sudah mulai berani membelainya. Mungkin karena sudah terbiasa berinteraksi langsung dengan kelinci.

Secara tak sengaja, saat saya berkunjung ke tempat tetangga, kebetulan di sana ada banyak kucing. Karena saya sendiri memang dari dulu suka kucing, maka biasanya saya sempatkan untuk bermain-main bersama kucing. Mungkin karena melihat itu, tetangga saya kemudian menawarkan salah satu kucingnya, untuk saya bawa ke rumah.

Tanpa pikir panjang dan memilih kucing yang mana, saya langsung membawa satu kucing. Awalnya isteri saya kaget, namun setelah perlahan saya yakinkan, akhirnya mau setuju untuk pelihara kucing di tempat kami tinggal.

Bagaimana Tips Agar Hemat Pelihara Kucing di Rumah ?

Perlu diingat, beberapa tips di bawah ini berdasarkan pengalaman yang pernah dijalankan. Mungkin akan berbeda dengan Anda. Sebaiknya sesuaikan dengan perkiraan kempampuan masing-masing.

1. Membiasakan Memberi Kucing Makanan yang Mudah Dicari serta Murah Harganya.

Saya memang berniat untuk tidak memberinya makanan khusus seperti yang lain. Selain kami takut tak terjangkau harganya, saya sendiri memiliki keyakinan berdasarkan pengalaman masa kecil memiliki sekitar 15 kucing, bisa sehat hanya dengan memberinya makan ikan asin dicampur nasi putih saja.

Mungkin ini juga bisa dijadikan sebagai pertimbangan ya, perhatikan kemampuan anda saat akan menentukan memelihara kucing di rumah. Apalagi kucing dengan jenis kelamin betina. Karena jika sudah hamil dan beranak-pinak, tentu perlu anggaran khusus agar dapat konsisten memberinya makanan layak.

2. Jangan Biasakan Kucing Anda Diberi Makan Oleh Orang Lain

Jika tempat tinggal anda sedikit terpisah dengan tetangga lainnya, ini mungkin akan mudah dilakukan. Berbeda dengan kami yang tinggal satu atap bersama yang lain. Kami perlu sedikit ekstra memperhatikan kucing kami agar tak diberi makan selain kami sendiri.

Apalagi jika ada tamu berkunjung ke rumah, kemudian membawa makanan dan memberikannya, ini amat sangat perlu dihindari. Karena kucing merupakan salah satu hewan yang mudah suka jika terbiasa. Kecuali orang sekitar anda sangat menyukai kucing anda dan mau memberinya makanan secara konsisten, itu hal yang berbeda.

3. Hindari Kebiasaan Memberi Sisa Makanan

Bahkan saat kita makan, kucing terkadang suka mendekat dan meminta perhatian untuk diberi makan. Sesaat memang tampak menganggu, namun lama-kelamaan akan terbiasa. Alasan mengapa ini perlu dihindari adalah karena makanan kita belum tentu akan sama menunya setiap hari. Kecuali jika kebetulan kita makan dengan lauk ikan asin misalnya.

Seperti disampaikan di atas, kucing peliharaan kami diberi makan ikan asin, jadi saat kita makan makanan yang sama, maka biasanya kami juga memberikannya makan.

4. Konsisten dengan Makanan yang Diberikan

Oh iya lupa, kucing yang kami pelihara saat ini, namanya : si ONENG.

terinspirasi dari salah satu karakter dalam sitkom bajaj bajuri
si Oneng

Karena makanan terbaik yang mampu kami berikan saat ini adalah ikan asin yang dicampur dengan nasi, maka sejak kami pelihara, si Oneng tetap kami berikan makan itu saja.

Pernah sesekali kami berikan makanan sebagai nutrisi tambahan saat dia sedang hamil saja. Setelah itu tetap kembali ke ikan asin dan nasi putih. Bahkan, setelah melahirkan, anaknya juga mulai kami biasakan dengan makanan yang sama.

Manfaat Setelah Pelihara Kucing

Bagi saya, yang paling bermanfaat setelah memelihara kucing di rumah adalah isteri saya menjadi terbiasa dengan kucing. Bahkan sekarang lebih perhatian ketimbang saya sendiri. Mau memberi makan, bermain termasuk kalau ke pasar, pasti teringat membelikan ikan asin buat si Oneng ^_^.

Manfaat lain tentu juga ada. Di tempat kami tinggal, sebelumnya banyak sekali kucing datang dan pergi, kadang membuat suara gaduh saat berlarian atau berkelahi, pernah juga beberapa kali mencuri makanan.

Setelah ada si Oneng, ada satu kucing liar yang kemudian menjadi ‘pasangannya’, jadi kalau ada kucing lain datang, maka kucing jantan ini akan menghalaunya sampai pergi. Mungkin ini bisa terjadi karena kucing adalah hewan yang sifatnya menjaga teritorial.

Anda juga punya kucing di rumah?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.