Bagikan Blogmu!Kamu punya Blog? Kami ingin membacanya bersama-sama.

Tindakan Nyata Bagi Anak Remaja Sekitar Kita

Tindakan Nyata Bagi Anak Remaja Sekitar Kita. Seorang Ibu, bercerita kepada isteri saya. “Mbak.. duh anak saya itu, jaaaan… jaaaan.. tiap hari kerjanya maenan hp saja! (baca: smartphone), Jangankan disuruh bersih-bersih kamarnya sendiri, dipanggil saja, kadang enggak denger dia”. Anda pernah mendengar keluhan seperti itu? atau anda sendiri pernah berkeluh sama dengan diatas?

Lalu biasanya, timbul pertanyaan : “siapa yang salah, anaknya, atau orangtua?”, “Apa yang keliru, perkembangan teknologi internet, atau penggunanya?”.

Tindakan Nyata Bagi Anak Remaja Sekitar Kita
Gambar Seorang Anak Lelaki, sedang bermain tablet, oleh: Pixabay.

Benar, beberapa pendapat orangtua mengatakan bahwa anak-remaja bermain smartphone dan internet, adalah kegiatan bermain anak yang normal dan tidak melulu berdampak negatif. Anda orangtua, setuju? Jika iya, maka teruslah membaca artikel ini, karena uraian selanjutnya, akan berpihak kepada anda 🙂

Tindakan Nyata Bagi Anak Remaja Sekitar Kita — Personal Blog Indonesia. Begini maksud saya, bagaimanapun, apa yang menjadi aktivitas anak-anak bahkan hingga remaja, maka yang menentukan kompetensinya adalah orangtua.

Tindakan Nyata Bagi Anak Remaja Sekitar Kita
Kontrol tetap berada pada orangtua, menemani anak bermain tablet. Sumber gambar: Dot Complicated.

Coba bandingkan gambar diatas pertama dengan gambar kedua. Apa yang ada dalam pikiran anda Ayah, Bunda?

Anak lelaki pada gambar pertama, bermain tablet sendirian, bukan bermaksud berprasangka, namun apa yang dilihatnya, apa yang kemudian dia suka, kita tidak tahu. Lalu, bagaimana kita bisa menjadikan peran orangtua sebagai kontrol, jika apa yang menjadi daya tarik si-anak saja, kita zonk!.

Berbeda dengan apa yang kita bisa lihat pada gambar kedua. Sebuah tindakan nyata yang kecil saja, menemani saat-saat yang krusial, sembari menengok apa potensi si-anak ketika berkenalan dengan teknologi dan internet.

Nah, jadi tindakan nyata bagi anak remaja sekitar kita, bukanlah sesuatu yang sulit bukan? Setiap orangtua, InsyaAllah bisa melakukannya, hanya perlu sedikit-banyak meluangkan waktu kesehariannya untuk mendapatkan peran penting dalam perkembangan putera-puteri tercintanya.

Lalu bagaimana dengan remaja di sekitar? Begini, anak kita, juga bermain dengan anak/remaja lain di sekitar lingkungan bukan? Sehingga, secara tidak langsung juga merupakan perhatian dan tanggung-jawab bersama. Simpe ya mom.. 🙂

Sebagai pelengkap, saya coba berikan sebuah kisah inspiratif. “Kamu sudah pulang, Nak?” sang Ibu bertanya. “Ya sudah pulang lah…” jawab si anak ketus. “Hari ini, ngapain saja di sekolah?” susul Ibunya. “Nggak. Tidak ada. Sekolah bikin capek saja”. Jawabnya, datar. Lalu Ibu bertanya menggoda, “Makan camilan apa tadi?” “Lupa,” jawab si anak sambil melenggang masuk ke kamar.

Mari kita simak cerita lain, dengan kondisi yang sama, yakni ketika anak pulang sekolah. Mendengar ada langkah kaki yang tidak asing, Ibu buru-buru ke luar rumah dan menyambut anaknya yang baru saja pulang sekolah dengan penuh kelembutan.

“Eh.. , anak Bunda yang shalih sudah pulang. Coba sini, hari ini adik pasti bermain dengan sangat menyenangkan”. Sang anak pun menyahut dengan penuh suka-cita, “Benar, Bunda..! Aku dan Adam bermain bola, asyik sekali. Sangat asyik lho, Bunda.” Ibunya menyambung, “Waaah hebat, sayang ya.. Bunda tidak ikut bermain bola bersamamu tadi”. “Tidak apa-apa Bunda, nanti.. Bunda akan aku ajari bermain bola yang seru..!!”. Lalu si anak bercerita panjang lebar, dan berakhir dengan memeluk sang Bunda dengan hangat.

Demikian, sebentar lagi putera-puteri kesayangan bunda sudah mau pulang sekolah? Yuk.. dandan yang wangi, siap-siap menyambut harta-harta terbaik kita.

Tuturan sang anak sesungguhnya tengah mengajari kita. Bukan sekadar kata dalam komunikasi, Ia inspirasi yang menggugah dan mengubah bila kita mampu menangkap jalan pikiran dan hikmahnya.

Umar Hidayat — Menjadi Lebih Baik agar selalu ditolong Allah SWT.
Video saat bermain bersama Faqiha, di Pasty Yogyakarta.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.