Tetap Gembira Saat Pandemi Wabah Corona Mendera

Tetap Gembira Saat Pandemi Wabah Corona Mendera, terutama di negeri kita tercinta, Indonesia. Tak ada yang tahu pasti kapan ini akan segera berakhir, tak bahagia memang. Nyatanya, banyak yang akhirnya kehilangan teman dekat, kolega hingga bahkan keluarga tercinta akibat wabah corona.

Belakangan memang banyak perbedaan perilaku dan pandangan serta cara mensikapinya. Terbaru, tentang akan digunakannya Vaksin Corona. Berikut adalah beberapa pengalaman pribadi saya saat menghadapi wabah covid-19 yang melanda kita semua.

Tetap Gembira Saat Pandemi Wabah Corona Mendera
Tetap Gembira Saat Corona Masih Ada : Dirman Personal Blog.

Perbedaan Pendapat Tentang Corona di Keluarga

Ya, ini biasa dan baik. Saya juga mengalaminya. Tentu masing-masing anggota keluarga memiliki tanggung jawab berdasarkan disiplin ilmu yang dimilikinya. Tak perlu menjadi perdebatan sempurna, apalagi sampai terjadi “gesekan” yang akhirnya membuat kita semua keluarga menjadi merugi dengan terbentuknya hubungan yang renggang.

Yang terbaik dilakukan menurut saya pribadi adalah tetap menjaga komunikasi dengan arahan yang baik, seperti misalnya menyarankan untuk selalu update informasi dari sumber yang dapat terjaga validasinya.

Saya sendiri selalu mengupdate informasi terkini melalui situs HaloDoc.com. Halodoc merupakan sebuah aplikasi dan situs web asal Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan. PT Media Dokter Investama, perusahaan aplikasi ini didirikan pada tahun 2016 di Jakarta oleh Jonathan Sudharta.

Perbedaan Perilaku Tetangga Masyarakat Sekitar

Kalau yang ini, saya cukup yakin jika anda juga mengalami hal serupa. Bukan begitu? Perlu kita semua ingat, bahwa salah satu yang mendukung baiknya sistem kekebalan tubuh, juga dipengaruhi oleh terjaganya emosi dan psikis. Jadi tetap tenang dan “looosssss” saja.

Apalagi jika kewajiban kita sebagai mahluk sosial sudah terpenuhi dengan sudah pernah mengingatkan yang terbaik kepada sekitar.

Tak perlu memaksakan diri. Dengan tetap masih bisa berinteraksi walaupun terbatas, itu sudah merupakan pencapaian yang luar biasa, artinya tak ada yang terpapar wabah corona di sekitar kita. Paling tidak kita bisa menjadi contoh untuk dilihat, walaupun terkadang ada saja pandangan sinis dari sana-sini. Teruskan saja selama itu baik.

Jika kita sudah melakukan ikhtiar sesuai keyakinan pada disiplin ilmu yang kita miliki untuk bagaimana cara agar kita tak menjadi rantai penyebaran wabah penyakit mematikan ini, maka bagi saya itu sudah cukup.

Bukan perkara kita takut tertular, namun lebih daripada itu, kita tak menularkan kepada orang lain. Karena ini merugikan!.

Tetap Gembira Saat Pandemi Wabah Corona Mendera

Kesimpulan yang dapat kita ambil dari pengalaman pribadi saya ini mungkin tak banyak. Namun paling tidak dapat dijadikan sebagai pengingat saya pribadi untuk tetap dapat menghargai pendapat serta perilaku orang lain. Tetap bersama mereka adalah hal penting dalam menjalani hidup.

Alhamdulillaah, saya bersama bersama keluarga berada pada lingkungan yang peduli tinggi terhadap sekitar, terutama yang terdekat. Jadi kami tak terlalu kesulitan dalam menjalani episode hidup dalam pandemi ini. Bahkan tak jarang, mereka bersedia membantu untuk berbagi kepada sesama atas dasar pengertian tentang sulitnya bertahan hidup pada saat seperti ini. Semoga anda juga demikian, ya.

Bayangkan jika kita atau salah satu keluarga kita terjangkit virus corona ini, siapa yang berani dekat atau kemudian bersedia membantu tanpa resiko. Apakah mereka yang mempengaruhi kita dengan hal yang tak lazim tentang covid-19? SAYA RASA TIDAK!.

Jadi, tetaplah menjaga diri dengan memakai masker, jaga jarak aman, mencuci tangan setelah sering memegang sesuatu, mandi bilamana perlu. Agar anda dan keluarga tercinta tetap sehat dan gembira, bahkan bahagia. Terima kasih telah bersedia membaca, semoga bisa menjadi manfaat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.