<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keluarga Dirmanto - Personal Blog &#187; Keluarga</title>
	<atom:link href="http://dirmanto.web.id/tag/keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dirmanto.web.id</link>
	<description>Belajar dan Berbagi Informasi Melalui Blog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 15:22:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Apa bagian tubuh yang paling penting?</title>
		<link>http://dirmanto.web.id/keluarga/apa-bagian-tubuh-yang-paling-penting/</link>
		<comments>http://dirmanto.web.id/keluarga/apa-bagian-tubuh-yang-paling-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 13:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>K D</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[saudara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirmanto.web.id/apa-bagian-tubuh-yang-paling-penting.html</guid>
		<description><![CDATA[Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, ‘Telinga, Bu.” Tapi, ternyata itu bukan jawabannya. “Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan [...]<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_t1IoQu6y9I4/SlSbARrveBI/AAAAAAAAAM8/ADx_Nj8xC2Q/s1600-h/Bagian+Penting+Tubuhmu.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356076285899536402" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 104px; height: 83px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t1IoQu6y9I4/SlSbARrveBI/AAAAAAAAAM8/ADx_Nj8xC2Q/s200/Bagian+Penting+Tubuhmu.jpg" border="0" alt="" /></a>Ibuku selalu bertanya padaku, <strong>apa bagian tubuh yang paling penting</strong>. Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, ‘Telinga, Bu.” Tapi, ternyata itu bukan jawabannya.</p>
<p>“Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakan lagi nanti”</p>
<p>Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum Beliau bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya. “Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang,jadi pastilah mata kita.”</p>
<p>Beliau memandangku dan berkata, “Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta.”</p>
<p>Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban Beliau selalu, “Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, Anakku.”</p>
<p>Akhirnya beberapa tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku (alm) menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.<br />
Dia bertanya padaku, “Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?&#8221;</p>
<p>Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.</p>
<p>Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, “Pertanyaan ini penting. ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar ‘hidup’. Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat pelajaran yang sangat penting!’</p>
<p>Ibu memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air. Dia berkata, “Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah Bahumu&#8230;”</p>
<p>Aku bertanya, “Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?”</p>
<p>Ibu membalas, “Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Terkadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dari teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya.”</p>
<div style="border: 1px dashed #3d3dff; padding: 5px; background: #00f5f5 none repeat scroll 0% 50%;">Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialamin oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan. Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan. Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.</div>
<p><span style="font-weight: bold;">(swaramer)</span></p>
<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirmanto.web.id/keluarga/apa-bagian-tubuh-yang-paling-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beliau dan Rahasia Hidup</title>
		<link>http://dirmanto.web.id/keluarga/beliau-dan-rahasia-hidup/</link>
		<comments>http://dirmanto.web.id/keluarga/beliau-dan-rahasia-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 20:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>K D</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirmanto.web.id/beliau-dan-rahasia-hidup.html</guid>
		<description><![CDATA[Ada empat hal yang harus Anda perhatikan, begitu beliau memulai penjelasannya. RAHASIA PERTAMA &#8220;Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki [...]<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-101" title="keluarga dirmanto" src="http://dirmanto.web.id/wp-content/uploads/2009/06/wer-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />Ada empat hal yang harus Anda perhatikan, begitu beliau memulai<br />
penjelasannya.</p>
<p><strong>RAHASIA PERTAMA</strong><br />
&#8220;Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah<br />
orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9<br />
bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah,<br />
sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu<br />
bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).</p>
<p>Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya,<br />
sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan<br />
dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun<br />
ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit<br />
sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya,<br />
padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.</p>
<p>Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu&#8230; baru kemudian ayahmu dan gurumu.<br />
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu<br />
ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.&#8221;</p>
<p><strong>RAHASIA KEDUA</strong><br />
&#8220;Kemudian yang kedua,&#8221; beliau melanjutkan. &#8220;Banyaklah memberi. Banyaklah<br />
bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu<br />
dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa<br />
mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah<br />
melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita<br />
dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya,<br />
keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.</p>
<p>Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena<br />
saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu<br />
dengan pembe ria n yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang<br />
kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam.<br />
Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek.<br />
Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu<br />
sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara<br />
seperti itu, akan terketuk hatinya, &#8216;Belum pernah ada orang yang memberi<br />
dan menghargaiku seperti ini.&#8217; Maka terucap atau tidak, dia akan<br />
mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.</p>
<p>Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya,<br />
bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan<br />
menutup pintu rejekinya sendiri.</p>
<p>Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau<br />
jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan<br />
selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua<br />
tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang<br />
berbinar dan betapa berterima kasihnya.</p>
<p><strong>RAHASIA KETIGA</strong><br />
&#8220;Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak<br />
disangka-sangka, &#8221; begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia<br />
ketiganya. &#8220;Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu<br />
cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa<br />
yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan<br />
memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga&#8221; , saya<br />
menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).</p>
<p>&#8220;Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang<br />
tidak diduga-duga? ,&#8221; tanya beliau.</p>
<p>&#8220;Ya, bagaimana caranya?&#8221; jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa,<br />
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan<br />
mengirim rejeki itu datang untuk kita.</p>
<p>&#8220;Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau<br />
ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!&#8221; jawaban beliau ini<br />
membuat saya berpikir keras. &#8220;Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki<br />
yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah<br />
Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.&#8221;</p>
<p>&#8220;Walau pun itu orang kaya?&#8221; tanya saya.</p>
<p>&#8220;Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin<br />
dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika<br />
Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan<br />
kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau<br />
pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang<br />
katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,&#8221; saya bertanya<br />
lagi.</p>
<p>&#8220;Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,&#8221; jawab beliau. &#8220;Kalau<br />
Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia<br />
itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan<br />
yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya<br />
itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah<br />
yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pembe ria<br />
n Anda.&#8221;</p>
<p><strong>RAHASIA KEEMPAT</strong><br />
Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak<br />
menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang<br />
begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari<br />
empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Yang keempat nih, Mas,&#8221; beliau memulai. &#8220;Jangan mempermainkan wanita&#8221;.</p>
<p>Hm&#8230; ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita<br />
membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan<br />
biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.</p>
<p>&#8220;Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan<br />
hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi<br />
meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan<br />
berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di<br />
kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya,<br />
dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu?&#8221; saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.</p>
<p>&#8220;Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya<br />
jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain p<br />
ria , bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan,<br />
apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat,<br />
pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan<br />
berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu,<br />
Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. &#8221;</p>
<p>Oh&#8230; pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.</p>
<p>&#8220;Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya<br />
banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau.<br />
Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela.<br />
Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh<br />
karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya<br />
ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya,&#8221; beliau melanjutkan.</p>
<p>Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di<br />
Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan<br />
1 anak perempuan.</p>
<p>Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang&#8230;.</p>
<p><strong>KEDAHSYATAN SEDEKAH</strong><br />
Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan<br />
rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir<br />
itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya<br />
hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!</p>
<p>Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang<br />
disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat<br />
perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik,<br />
Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun<br />
bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah<br />
diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat<br />
terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.</p>
<p>Kemudian mereka bertanya, &#8216;Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu<br />
yang lebih kuat dari pada gunung?&#8217;.</p>
<p>Allah menjawab, &#8216; Ada , yaitu besi&#8217;.</p>
<p>Para malaikat pun kembali bertanya, &#8216;Ya Rabbi adakah sesuatu dalam<br />
penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?&#8217;.</p>
<p>Allah menjawab, &#8216; Ada , yaitu api&#8217;.</p>
<p>Bertanya kembali para malaikat, &#8216;Ya Rabbi adakah sesuatu dalam<br />
penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?&#8217;.</p>
<p>Allah menjawab, &#8216; Ada , yaitu air&#8217;.</p>
<p>&#8216;Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?&#8217;<br />
tanya para malaikat.</p>
<p>Allah pun menjawab, &#8216; Ada , yaitu angin&#8217;.</p>
<p>Akhirnya para malaikat bertanya lagi, &#8216;Ya Allah adakah sesuatu dalam<br />
penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?&#8217;.</p>
<p>Allah yang Mahakaya menjawab, &#8216; Ada , yaitu amal anak Adam yang<br />
mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya<br />
tidak mengetahuinya&#8217; .&#8221;</p>
<p>Subhanallah&#8230;.<br />
Wallahu&#8217;alam bishawab</p>
<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirmanto.web.id/keluarga/beliau-dan-rahasia-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Present (sebuah elegi dini hari)</title>
		<link>http://dirmanto.web.id/cerita/the-present-sebuah-elegi-dini-hari/</link>
		<comments>http://dirmanto.web.id/cerita/the-present-sebuah-elegi-dini-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 19:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>K D</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirmanto.web.id/the-present-sebuah-elegi-dini-hari.html</guid>
		<description><![CDATA[Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar keudara. Bola-bola tersebut bernama Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit/Semangat dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara Kita akan segera mengerti bahwa ternyata “Pekerjaan hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat [...]<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_t1IoQu6y9I4/SjVV6RYFHsI/AAAAAAAAAKM/i3po4pprCBk/s1600-h/thepresent.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347274592157507266" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 124px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t1IoQu6y9I4/SjVV6RYFHsI/AAAAAAAAAKM/i3po4pprCBk/s320/thepresent.jpg" border="0" alt="" /></a><strong>B</strong>ayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar keudara. <em>Bola-bola</em> tersebut bernama Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit/Semangat dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara</p>
<div>Kita akan segera mengerti bahwa ternyata “Pekerjaan hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali. Tetapi empat bola Iainnya yaitu <em>Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit</em> terbuat dari gelas. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping.</div>
<div>
<div style="border: 1px dashed #3d3dff; padding: 5px; background: #00f5f5 none repeat scroll 0% 0%;">Dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya.</div>
<div>Bagaimana caranya?</div>
<div>Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita special.</div>
<div>Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya, hidup menjadi kurang berarti Jangan biarkan hidup kita terpuruk di ‘masa lampau’ atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu.</div>
<div>Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.</div>
<div>Janganlah takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.</div>
<div>Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.</div>
<div>Jangan berusaha untuk mengunci <strong>cinta</strong> dalam hidupmu dengan berkata “tidak mungkin saya temukan”. Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya ‘sayap’.</div>
<div>Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.</div>
<div>Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa membebani.</div>
<div>Dan akhirnya : MASA LALU adalah SEJARAH</div>
<div>MASA DEPAN merupakan MISTERI dan</div>
<div>SAAT INI adalah KARUNIA.</div>
<div>Itulah kenapa dalam bahasa Inggris SAAT INI disebut “<a title="The Present" href="http://dirmanto.web.id/cerita/the-present-sebuah-elegi-dini-hari/">The Present</a>”.</div>
<div>Free your heart from hatred</div>
<div>Free your mind from worries.</div>
<div>Live simply.</div>
<div>Give more.</div>
<div>Expect less</div>
<div style="text-align: right;">Terima kasih rekan, atas segala dukungannya baik yang langsung maupun yang saya cerna sendiri <img src='http://dirmanto.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </div>
</div>
<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirmanto.web.id/cerita/the-present-sebuah-elegi-dini-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peduli Keluarga Kita</title>
		<link>http://dirmanto.web.id/keluarga/peduli_keluarga_kita/</link>
		<comments>http://dirmanto.web.id/keluarga/peduli_keluarga_kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 11:04:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>K D</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirmanto.web.id/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[keluarga, kesehatan, pengantin, wisata, kuliner, konsultasi, ayah dan bunda, anak, terapi alami, sahabat, lelaki, wanita, sekolah, lowongan pekerjaan, informasi atau berita kehilangan, kecantikan, masalah kewanitaan dan lain-lain dalam konteks kepedulian kita terhadap keluarga, rekan dan sahabat. KLIK DISINI untuk bergabung Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dirmanto.web.id/wp-content/uploads/2010/01/pkk.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-93" title="pkk" src="http://dirmanto.web.id/wp-content/uploads/2010/01/pkk-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>keluarga, kesehatan, pengantin, wisata, kuliner, konsultasi, ayah dan bunda, anak, terapi alami, sahabat, lelaki, wanita, sekolah, lowongan pekerjaan, informasi atau berita kehilangan, kecantikan, masalah kewanitaan dan lain-lain dalam konteks kepedulian kita terhadap keluarga, rekan dan sahabat.</p>
<p><a title="Peduli Keluarga Kita" href="http://groups.yahoo.com/group/pedulikeluargakita/" target="_blank">KLIK DISINI</a> untuk bergabung</p>
<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirmanto.web.id/keluarga/peduli_keluarga_kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

