<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keluarga Dirmanto - Personal Blog &#187; Keluarga</title>
	<atom:link href="http://dirmanto.web.id/category/keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dirmanto.web.id</link>
	<description>Belajar dan Berbagi Informasi Melalui Blog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 15:22:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Bisakah Indonesia? Kapan..? Semangat!</title>
		<link>http://dirmanto.web.id/keluarga/dapatkah_indonesia_kapan/</link>
		<comments>http://dirmanto.web.id/keluarga/dapatkah_indonesia_kapan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2011 02:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>K D</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[blogger indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[cinta indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[negara indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[republik indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirmanto.web.id/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[Menarik sekali ketika membaca kiriman rekan melalui salah satu milis kami, yang bercerita juga dari pengalaman pertemuan rekannya yang berbicara &#8220;sedikit&#8221; sekali tentang indonesia, namun memiliki arti yang &#8220;cukupan&#8221; untuk sebagai perenungan dan penambahan semangat (bukan) juang bagi kita sebagai warga indonesia Cuplikan percakapannya adalah seperti dibawah ini: Suatu pagi, kami menjemput seseorang klien di [...]<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-576" title="indonesia-indonesia" src="http://dirmanto.web.id/wp-content/uploads/2011/07/indonesia-indonesia-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />Menarik sekali ketika membaca kiriman rekan melalui <a href="http://dirmanto.web.id/keluarga/peduli_keluarga_kita/"title="milis keluarga"  target="_blank">salah satu milis</a> kami, yang bercerita juga dari pengalaman pertemuan rekannya yang berbicara &#8220;sedikit&#8221; sekali tentang indonesia, namun memiliki arti yang &#8220;cukupan&#8221; untuk sebagai perenungan dan penambahan semangat (bukan) juang bagi kita sebagai warga indonesia <img src='http://dirmanto.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Cuplikan percakapannya adalah seperti dibawah ini:<br />
Suatu pagi, kami menjemput seseorang klien di bandara. Org itu sdh tua, kisaran 60 thn. Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura, dgn logat bicara gaya melayu &amp; english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda. Beliau berkata,&#8221;<span class="removed_link" title="http://www.indonesia.go.id">Ur country is so rich</span>!&#8221; Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu. &#8220;<em>Indonesia doesn&#8217;t need the world, but the world needs Indonesia</em>, &#8220;lanjutnya. &#8220;Everything can be found here in Indonesia, u don&#8217;t need the world.&#8221; &#8220;Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing,we can&#8217;t be rich without Indonesia, 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.&#8221; &#8220;Bisa terbayang uang yg masuk ke kami,apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia,ga peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami,org Indonesia semua yg berobat. Trus,kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan <a href="http://dirmanto.web.id/cerita/dapatkah_indonesia_kapan/"title="cerita semangat indonesia" >Indonesia</a> masuk? Ya,bener2 panik.&#8221; &#8220;Sangat terasa,we are nothing. Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras.Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras. Liatlah negara kalian, air bersih di mana2,liatlah negara kami,air bersih pun kami beli dari Malaysia.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis, krn pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg.Saya liat ini sbg peluang. Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya,karena negara kalian memiliki segalanya.Mereka takut kalau kalian mnjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dr petani2 sendiri, belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri.Tak perlu impor klo bs produk sendiri.&#8221; &#8220;Jika kalian bs mandiri,bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!.</p>
<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirmanto.web.id/keluarga/dapatkah_indonesia_kapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keluarga Bahagia Yang Islami</title>
		<link>http://dirmanto.web.id/keluarga/bahagia-yang-islami/</link>
		<comments>http://dirmanto.web.id/keluarga/bahagia-yang-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 01:52:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>K D</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirmanto.web.id/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[1. Fikrah yang jelas Pemikiran Islami tentang tujuan-tujuan dakwah dan kehidupan keluarga merupakan unsur penting dalam perkawinan. Ini adalah syarat utama. Keluarga islami bukanlah keluarga yang tenang tanpa gejolak. Bukan pula keluarga yang berjalan di atas ketidakjelasan tujuan sehingga melahirkan kebahagiaan semu. Kalaulah Umar bin Khattab menggebah para pedagang di pasar yang tidak memahami fiqih [...]<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-231" title="keluarga" src="http://dirmanto.web.id/wp-content/uploads/2010/01/keluarga-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>1. Fikrah yang jelas</strong><br />
Pemikiran Islami tentang tujuan-tujuan dakwah dan kehidupan keluarga merupakan unsur penting dalam perkawinan. Ini adalah syarat utama. Keluarga islami bukanlah keluarga yang tenang tanpa gejolak. Bukan pula keluarga yang berjalan di atas ketidakjelasan tujuan sehingga melahirkan kebahagiaan semu. Kalaulah <strong>Umar bin Khattab</strong> menggebah para pedagang di pasar yang tidak memahami fiqih (perdagangan), maka layak dipandang sebagai sebuah kekeliruan besar seseorang yang menikah namun tak memahami dengan jelas apa hakekat pernikahan dalam Islam dan bagaimana kaitannya dengan kemajuan dakwah.</p>
<p><strong>2. Penyatuan idealisme</strong><br />
Ketika ijab qobul dikumandangkan di depan wali, sebenarnya yang bersatu bukanlah sekedar jasad dua makhluk yang berlainan jenis. Pada detik itu sesungguhnya tengah terjadi pertemuan dua pemikiran, perjumpaan dua tujuan hidup dan perkawinan dua pribadi dengan tingkat keimanan masing-masing. Karena itu, penyatuan pemikiran dan idealisme akan menyempurnakan pertemuan fisik kedua insan.</p>
<p><strong>3. Mengenal karakter pribadi</strong><br />
Kepribadian manusia ditentukan oleh berbagai unsur lingkungan: nilai yang diyakini dan pengaruh sosialisasi perilaku lingkungan terdekat serta lingkungan internal (sifat bawaan) itu sendiri. Mengenal secara jelas karakter pasangan hidup adalah bekal utama dalam upaya penyesuaian, penyeimbangan dan bahkan perbaikan. Satu catatan penting mengenai hal ini ialah anda harus menyediakan kesabaran selama proses pengenalan itu berlangsung, sebab hal itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.</p>
<p><strong>4. Pemeliharaan kasih sayang</strong><br />
Sikap rahmah (kasih sayang) kepada pasangan hidup dan anak-anak merupakan tulang punggung kelangsungan keharmonisan keluarga. Rasulullah SAW menyapa Aisyah dengan panggilan yang memanjakan, dengan gelar yang menyenangkan hati. Bahkan beliau membolehkan seseorang berdiplomasi kepada pasangan hidupnya dalam rangka membangun kasih sayang. Suami atau isteri harus mampu menampilkan sosok diri dan pribadi yang dapat menumbuhkan rasa tenteram, senang kerinduan. Ingat, di atas rasa kasih sayanglah pasangan hidup dapat membagi beban, meredam kemelut dan mengurangi rasa lapar.</p>
<p><strong>5. Kontinuitas tarbiyah</strong><br />
Tarbiyah (pendidikan) merupakan kebutuhan asasi setiap manusia. Para suami yang telah aktif dalam medan dakwah biasanya akan mudah mendapatkan hal ini. Namun, isteri juga memiliki hak yang sama. Penyelenggaraannya merupakan tanggung jawab suami khususnya, kaum lelaki muslim umumnya. Itulah sebabnya Rasulullah SAW meluluskan permintaan ta’lim (pengajaran) para wanita muslimah yang datang kepada beliau. Beliau memberikan kesempatan khusus bagi pembinaan wanita dan kaum ibu (ummahaat). Perbedaan perlakuan tarbiyah antara suami dan isteri akan membuat timpang pasangan itu dan akibatnya tentu kegoncangan rumah tangga.</p>
<p><strong>6 Penataan ekonomi</strong><br />
Turunnya Surat al Ahzab yang berkaitan dengan ultimatum Allah SWT kepada para isteri Nabi SAW, erat kaitannya dengan persoalan ekonomi. Islam dengan tegas telah melimpahkan tanggung jawab nafkah kepada suami, tanpa melarang isteri membantu beban ekonomi suami jika kesempatan dan peluang memang ada, dan tentu selama masih berada dalam batas-batas syari’ah. Ditengah-tengah tanggung jawab dakwahnya, suami harus bekerja keras agar dapat memberikan pelayanan fisik kepada keluarga. Sedangkan qanaah (bersyukur atas seberapa pun hasil yang diperoleh) adalah sikap yang patut ditampilkan isteri. Persoalan-persoalan teknis yang menyangkut pengelolaan ekonomi keluarga dapat dimusyawarahkan dan dibuat kesepakatan antara suami dan isteri. Kebahagiaan dan ketenangan akan lahir jika di atas kesepakatan tersebut dibangun sikap amanah (benar dan jujur).</p>
<p><strong>7. Sikap kekeluargaan</strong><br />
Pernikahan antara dua anak manusia sebenarnya diiringi dengan pernikahan ”antara dua keluarga besar”, dari pihak isteri dan juga suami. Selayaknyalah, dalam batas-batas yang diizinkan syari’at, sebuah pernikahan tidak menghancurkan struktur serta suasana keluarga. Pernikahan janganlah membuat suami atau isteri kehilangan perhatian pada keluarganya (ayah, ibu, adik, kakak dan seterusnya). Menurunnya frekuensi interaksi fisik (dan ini wajar) tidak boleh berarti menurun pula perhatian dan kasih sayang. Sebaliknya, perlu ditegaskan juga bahwa pernikahan adalah sebuah lembaga legal (syar’i) yang harus dihormat keberadaannya. Sebuah kesalahan serius terjadi tatkala seorang isteri atau suami menghabiskan perhatiannya hanya untuk keluarganya msing-masing sehingga tanggung jawabnya sebagai pasangan keluarga di rumahnya sendiri terbengkalai.</p>
<p><strong>8. Pembagian beban</strong><br />
Meski ajaran Islam membeberkan dengan jelas fungsi dan tugas elemen keluarga (suami, isteri, anak, pembantu) namun dalam pelaksanaannya tidaklah kaku. Jika Rasulullah SAW menyatakan bahwa seorang isteri adalah pemimpin bagi rumah dan anak-anak, bukan berarti seorang suami tidak perlu terlibat dalam pengurusan rumah dan anak-anak. Ajaran Islam tentang keluarga adalah sebuah pedoman umum baku yang merupakan titik pangkal segala pemikiran tentang keluarga. Dalam tindakan sehari-hari, nilai-nilai lain, misalnya tentang itsar (memperhatikan dan mengutamakan kepentingan orang lain), ta’awun (tolong menolong), rahim (kasih sayang) dan lainnya juga harus berperan. Itu dapat dijumpai dalam riwayat yang sahih betapa Nabi SAW bercengkrama dengan anak dan cucu, menyapu rumah, menjahit baju yang koyak dan lain-lain.</p>
<p><strong>9. Penyegaran</strong><br />
Manusia bukanlah robot-robot logam yang mati. Manusia mempunyai hati dan otak yang dapat mengalami kelelahan dan kejenuhan. Nabi SAW mengeritik seseorang yang menamatkan Al Quran kurang dari tiga hari, yang menghabiskan waktu malamnya hanya dengan shalat, dan yang berpuasa setiap hari. Dalam ta’lim beliau SAW juga memberikan selang waktu (dalam beberapa riwayat per pekan), tidak setiap saat atau setiap hari. Variasi aktivitas dibutuhkan manusia agar jiwanya tetap segar. Dengan demikian, keluarga yang bahagia tdak akan tumbuh dari kemonotonan aktivitas keluarga. Di samping tarbiyah, keluarga membutuhkan rekreasi (perjalanan, diskusi-diskusi ringan, kemah, dll).</p>
<p><strong>10. Menata diri</strong><br />
Allah SWT mengisyaratkan hubungan yang erat antara ketaqwaan dan yusran (kemudahan), makhrojan (jalan keluar). Faktor kefasikan atau rendahnya iman identik dengan kesukaran, kemelut dan jalan buntu. Patutlah pasangan muslim senantiasa menata dirinya masing-masing agar jalan panjang kehidupan rumah tangganya dapat diarungi tanpa hambatan dan rintangan yang menghancurkan.</p>
<p><strong>11. Mengharapkan rahmat Allah</strong><br />
Ketenangan dan kasih sayang dalam keluarga merupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-hambaNya yang Salih. Rintangan-rintangan menuju keadaan itu datang tidak saja dari faktor internal manusia, namun juga dapat muncul dari faktor eksternal termasuk gangguan syaitan dan jin. Karena itu, hubungan vertikal dengan al Khaliq harus dijaga sebaik mungkin melalui ibadah dan doa. Nabi SAW banyak mengajarkan doa-doa yang berkaitan dengan masalah keluarga.</p>
<p><em><strong>Wallahu a’lamu.<br />
Sumber : Islah, No.4/Th II</strong></em></p>
<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirmanto.web.id/keluarga/bahagia-yang-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa bagian tubuh yang paling penting?</title>
		<link>http://dirmanto.web.id/keluarga/apa-bagian-tubuh-yang-paling-penting/</link>
		<comments>http://dirmanto.web.id/keluarga/apa-bagian-tubuh-yang-paling-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 13:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>K D</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[saudara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirmanto.web.id/apa-bagian-tubuh-yang-paling-penting.html</guid>
		<description><![CDATA[Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, ‘Telinga, Bu.” Tapi, ternyata itu bukan jawabannya. “Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan [...]<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_t1IoQu6y9I4/SlSbARrveBI/AAAAAAAAAM8/ADx_Nj8xC2Q/s1600-h/Bagian+Penting+Tubuhmu.jpg" rel="nofollow"  onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356076285899536402" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 104px; height: 83px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t1IoQu6y9I4/SlSbARrveBI/AAAAAAAAAM8/ADx_Nj8xC2Q/s200/Bagian+Penting+Tubuhmu.jpg" border="0" alt="" /></a>Ibuku selalu bertanya padaku, <strong>apa bagian tubuh yang paling penting</strong>. Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, ‘Telinga, Bu.” Tapi, ternyata itu bukan jawabannya.</p>
<p>“Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakan lagi nanti”</p>
<p>Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum Beliau bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya. “Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang,jadi pastilah mata kita.”</p>
<p>Beliau memandangku dan berkata, “Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta.”</p>
<p>Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban Beliau selalu, “Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, Anakku.”</p>
<p>Akhirnya beberapa tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku (alm) menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.<br />
Dia bertanya padaku, “Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?&#8221;</p>
<p>Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.</p>
<p>Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, “Pertanyaan ini penting. ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar ‘hidup’. Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat pelajaran yang sangat penting!’</p>
<p>Ibu memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air. Dia berkata, “Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah Bahumu&#8230;”</p>
<p>Aku bertanya, “Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?”</p>
<p>Ibu membalas, “Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Terkadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dari teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya.”</p>
<div style="border: 1px dashed #3d3dff; padding: 5px; background: #00f5f5 none repeat scroll 0% 50%;">Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialamin oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan. Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan. Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.</div>
<p><span style="font-weight: bold;">(swaramer)</span></p>
<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirmanto.web.id/keluarga/apa-bagian-tubuh-yang-paling-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beliau dan Rahasia Hidup</title>
		<link>http://dirmanto.web.id/keluarga/beliau-dan-rahasia-hidup/</link>
		<comments>http://dirmanto.web.id/keluarga/beliau-dan-rahasia-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 20:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>K D</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirmanto.web.id/beliau-dan-rahasia-hidup.html</guid>
		<description><![CDATA[Ada empat hal yang harus Anda perhatikan, begitu beliau memulai penjelasannya. RAHASIA PERTAMA &#8220;Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki [...]<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-101" title="keluarga dirmanto" src="http://dirmanto.web.id/wp-content/uploads/2009/06/wer-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />Ada empat hal yang harus Anda perhatikan, begitu beliau memulai<br />
penjelasannya.</p>
<p><strong>RAHASIA PERTAMA</strong><br />
&#8220;Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah<br />
orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9<br />
bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah,<br />
sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu<br />
bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).</p>
<p>Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya,<br />
sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan<br />
dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun<br />
ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit<br />
sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya,<br />
padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.</p>
<p>Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu&#8230; baru kemudian ayahmu dan gurumu.<br />
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu<br />
ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.&#8221;</p>
<p><strong>RAHASIA KEDUA</strong><br />
&#8220;Kemudian yang kedua,&#8221; beliau melanjutkan. &#8220;Banyaklah memberi. Banyaklah<br />
bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu<br />
dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa<br />
mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah<br />
melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita<br />
dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya,<br />
keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.</p>
<p>Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena<br />
saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu<br />
dengan pembe ria n yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang<br />
kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam.<br />
Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek.<br />
Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu<br />
sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara<br />
seperti itu, akan terketuk hatinya, &#8216;Belum pernah ada orang yang memberi<br />
dan menghargaiku seperti ini.&#8217; Maka terucap atau tidak, dia akan<br />
mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.</p>
<p>Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya,<br />
bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan<br />
menutup pintu rejekinya sendiri.</p>
<p>Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau<br />
jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan<br />
selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua<br />
tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang<br />
berbinar dan betapa berterima kasihnya.</p>
<p><strong>RAHASIA KETIGA</strong><br />
&#8220;Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak<br />
disangka-sangka, &#8221; begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia<br />
ketiganya. &#8220;Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu<br />
cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa<br />
yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan<br />
memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga&#8221; , saya<br />
menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).</p>
<p>&#8220;Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang<br />
tidak diduga-duga? ,&#8221; tanya beliau.</p>
<p>&#8220;Ya, bagaimana caranya?&#8221; jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa,<br />
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan<br />
mengirim rejeki itu datang untuk kita.</p>
<p>&#8220;Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau<br />
ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!&#8221; jawaban beliau ini<br />
membuat saya berpikir keras. &#8220;Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki<br />
yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah<br />
Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.&#8221;</p>
<p>&#8220;Walau pun itu orang kaya?&#8221; tanya saya.</p>
<p>&#8220;Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin<br />
dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika<br />
Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan<br />
kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau<br />
pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang<br />
katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,&#8221; saya bertanya<br />
lagi.</p>
<p>&#8220;Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,&#8221; jawab beliau. &#8220;Kalau<br />
Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia<br />
itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan<br />
yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya<br />
itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah<br />
yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pembe ria<br />
n Anda.&#8221;</p>
<p><strong>RAHASIA KEEMPAT</strong><br />
Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak<br />
menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang<br />
begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari<br />
empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Yang keempat nih, Mas,&#8221; beliau memulai. &#8220;Jangan mempermainkan wanita&#8221;.</p>
<p>Hm&#8230; ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita<br />
membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan<br />
biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.</p>
<p>&#8220;Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan<br />
hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi<br />
meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan<br />
berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di<br />
kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya,<br />
dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu?&#8221; saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.</p>
<p>&#8220;Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya<br />
jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain p<br />
ria , bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan,<br />
apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat,<br />
pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan<br />
berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu,<br />
Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. &#8221;</p>
<p>Oh&#8230; pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.</p>
<p>&#8220;Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya<br />
banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau.<br />
Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela.<br />
Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh<br />
karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya<br />
ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya,&#8221; beliau melanjutkan.</p>
<p>Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di<br />
Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan<br />
1 anak perempuan.</p>
<p>Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang&#8230;.</p>
<p><strong>KEDAHSYATAN SEDEKAH</strong><br />
Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan<br />
rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir<br />
itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya<br />
hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!</p>
<p>Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang<br />
disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat<br />
perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik,<br />
Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun<br />
bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah<br />
diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat<br />
terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.</p>
<p>Kemudian mereka bertanya, &#8216;Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu<br />
yang lebih kuat dari pada gunung?&#8217;.</p>
<p>Allah menjawab, &#8216; Ada , yaitu besi&#8217;.</p>
<p>Para malaikat pun kembali bertanya, &#8216;Ya Rabbi adakah sesuatu dalam<br />
penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?&#8217;.</p>
<p>Allah menjawab, &#8216; Ada , yaitu api&#8217;.</p>
<p>Bertanya kembali para malaikat, &#8216;Ya Rabbi adakah sesuatu dalam<br />
penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?&#8217;.</p>
<p>Allah menjawab, &#8216; Ada , yaitu air&#8217;.</p>
<p>&#8216;Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?&#8217;<br />
tanya para malaikat.</p>
<p>Allah pun menjawab, &#8216; Ada , yaitu angin&#8217;.</p>
<p>Akhirnya para malaikat bertanya lagi, &#8216;Ya Allah adakah sesuatu dalam<br />
penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?&#8217;.</p>
<p>Allah yang Mahakaya menjawab, &#8216; Ada , yaitu amal anak Adam yang<br />
mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya<br />
tidak mengetahuinya&#8217; .&#8221;</p>
<p>Subhanallah&#8230;.<br />
Wallahu&#8217;alam bishawab</p>
<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirmanto.web.id/keluarga/beliau-dan-rahasia-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepribadian dan Buah</title>
		<link>http://dirmanto.web.id/keluarga/kepribadian-dan-buah/</link>
		<comments>http://dirmanto.web.id/keluarga/kepribadian-dan-buah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 06:27:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>K D</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirmanto.web.id/kepribadian-dan-buah.html</guid>
		<description><![CDATA[Jeruk Jika jeruk adalah buah favorit anda, ini mengartikan seseorang yang mempunyai kesabaran dan kemauan. Anda suka melakukan segalanya pelan-pelan, tapi sangat menyeluruh dan sangat tidak takut akan kerja keras. Anda cenderung pemalu, tapi bisa diandalkan dan merupakan teman yang bisa dipercaya. Anda memilih pasangan dengan hati-hati dan mencintainya sepenuh hati. Anda sebisa mungkin menghindari [...]<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_t1IoQu6y9I4/Sidp0WiPIQI/AAAAAAAAAI0/wxnlYXtqgF8/s1600-h/buah.jpeg" rel="nofollow"  onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343355831021674754" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t1IoQu6y9I4/Sidp0WiPIQI/AAAAAAAAAI0/wxnlYXtqgF8/s400/buah.jpeg" border="0" alt="" /></a><span style="font-weight: bold;">Jeruk</span><br />
Jika jeruk adalah buah favorit anda, ini mengartikan seseorang yang mempunyai kesabaran dan kemauan. Anda suka melakukan segalanya pelan-pelan, tapi sangat menyeluruh dan sangat tidak takut akan kerja<br />
keras. Anda cenderung pemalu, tapi bisa diandalkan dan merupakan<br />
teman yang bisa dipercaya. Anda memilih pasangan dengan hati-hati<br />
dan mencintainya sepenuh hati. Anda sebisa mungkin menghindari<br />
konflik</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Apel</span><br />
Jika apel adalah buah favorit anda, anda orang yang royal, suka<br />
menuruti kata hati dan blak-blakan, seringkali dengan sedikit amarah.<br />
Walaupun anda bukan pengatur yang baik untuk diri anda sendiri, anda<br />
bisa menjadi pemimpin yang baik dan ahli membuat kemajuan dalam<br />
banyak hal. Anda bisa mengambil tindakan yang cepat dan tepat di<br />
keadaan darurat. Anda sangat menyukai bepergian. Anda dikelilingi<br />
oleh kharisma ketika anda bersama pasangan anda. Anda punya<br />
antusiasme untuk kehidupan, yang tak ada bandingannya.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Pisang</span><br />
Anda orang yang lembut, penyayang, halus, hangat dan simpatik yang<br />
merupakan sifat penyuka pisang. Seringkali anda kurang percaya diri<br />
dan memiliki sifat yang pemalu. Orang sering mengambil keuntungan<br />
dari sikap manis dan kerapuhan anda dalam suatu suasana. Anda<br />
mengagumi pasangan anda dalam segala sisi, baik untuk keelokan<br />
mental maupun fisik. Karena sifat anda ini, hubungan anda selalu<br />
dalam keharmonisan</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Kelapa</span><br />
Penyuka kelapa adalah orang yang serius, sangat pemikir dan penuh<br />
pertimbangan. Meskipun anda suka bergaul, anda cenderung pilih-pilih<br />
untuk teman dekat anda. Anda cenderung keras kepala, dan membabi<br />
buta yang tidak perlu. Pintar, cerdik dan waspada, anda memastikan<br />
bahwa ada di puncak dalam kondisi apapun, khususnya dalam dunia<br />
kerja. Anda suka pasangan yang cerdas sedang hasrat bukanlah segala-<br />
galanya untuk anda.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Nanas</span><br />
Anda cepat memutuskan sesuatu, dan bahkan lebih cepat lagi dalam<br />
bertindak. Anda berani melakukan perubahan karir. Anda mempunyai<br />
kemampuan organisasi yang luar biasa dan tak gentar terhadap tugas<br />
anda. Mandiri, peduli dan jujur dalam berhubungan dengan orang lain.<br />
Meskipun anda tidak cepat akrab, sekali anda akrab, kedekatan itu<br />
akan berlangsung seumur hidup anda. Anda jarang memulai hubungan<br />
yang romantis terlebih dulu. Pasangan anda seringkali terkesan<br />
dengan kejujuran dan budi pekerti anda tapi kecewa pada kemampuan<br />
anda menujukkan kasih sayang dan pehatian.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Pepaya</span><br />
Anda tidak mengenal takut dan memanfaatkan apa yang anda dapatkan<br />
dalam hidup. Anda mempertimbangkan masak-masak hal yang anda<br />
kerjakan. Rasa humor dan kemurahan hati yang anda miliki membuat<br />
anda diingat baik-baik oleh orang lain. Anda adalah pemburu dalam<br />
kehidupan profesional anda, dan mempunyai kepandaian khusus disaat<br />
dan ditempat yang tepat. Anda menikmati bertemu dengan orang-orang<br />
baru dan melihat pemadangan baru kapan saja anda bisa. Selera humor<br />
anda adalah yang menarik lawan jenis anda dibanding hal lain dalam<br />
diri anda. Benar-benar mempesona.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Mangga</span><br />
Penyuka mangga dikenal sebagai orang yang mempunyai pemikiran tetap,<br />
dan mempengaruhi anda bukanlah hal yang mudah. Anda cenderung<br />
ekstrim dalam hal yang anda sukai dan yang hal yang anda benci, dan<br />
bahkan seringkali hal itu yang mengendalikan situasi. Anda menyukai<br />
sesuatu yang mempunyai tantangan mental. Anda kuat, tapi jinak jika<br />
sedang bersama pasangan anda. Anda menyesuaikan diri dengan pasangan<br />
jika sedang bersamanya, dan melampiaskan kemauan keras anda pada<br />
Hal yang lain.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Cherry</span><br />
Jika cherry adalah buah kesukaan anda, hidup tidak selalu menyenangkan untuk anda. Banyak naik turun dalam kehidupan, terutama dalam hal pekerjaan, dan menyadari bahwa anda hanya menghasilkan jumlah rupiah yang kecil dan bukan yang besar. Anda mempunyai imajinasi yang subur dan sering dilibatkan dalam hal yang menuntut kreatifitas. Anda adalah pasangan yang sangat setia dan peduli, tapi mengungkapkan perasaan bukanlah hal yang mudah. Rumah adalah surga bagi anda, dan tak ada yang lebih anda sukai kecuali berada disekeliling keluarga terdekat dan pasangan tercinta anda.</p>
<p>Anggur Hitam<br />
Pada umumnya, anda orang yang sopan meskipun ada juga mempunyai<br />
amarah yang gampang menyala dan menyusut lagi. Anda menikmati keindahan dalam semua bentuknya, termasuk orang-orang yang menarik.<br />
Anda sangat terkenal karena kehangatan, dan sifat anda yang suka bergaul. Anda mempunyai semangat untuk hidup dan menikmati apapun yang anda kejakan, mulai dari cara berpakaian, gaya anda, dan kehidupan serhari-hai. Pasangan anda harus mempunyai semangat dan kegairahan dalam hidup untuk menikmati semua yang anda tawarkan.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Persik</span><br />
Seperti persik, anda meikmati semu sari kehidupan dan kematangannya<br />
yang menggairahkan. Anda cukup ramah dan terus terang dan balk-<br />
blakan, yang merupakan tambahan pesona anda. Anda cepat memaafkan<br />
dan melupakan, dan sangat menghargai persahabatan. Anda mempunyai<br />
unsur kemandirian dan ambisius, yang membuat anda menjadi pemburu.<br />
Anda adalah kekasih yang ideal, berapi-api dan bergairah tapi peduli<br />
dan setia dalam urusan cinta. Namun anda tidak suka menunjukkan<br />
kasih sayang anda di muka umum.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Puding Apel</span><br />
Anda adalah orang yang sopan dan konservatif yang kadang bisa saja<br />
sensitif. Anda cenderung pemikir dan penuh pertimbangan, makanya<br />
jarang sekali anda melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa. Anda cukup<br />
ambisius dan ahli dalam segala hal yang memerlukan detail atau<br />
pekerjaan dengan angka. Anda cepat menemukan kesalahan orang lain.<br />
Jika sedang mencari pasangan, anda menilai kecerdasan seseorang jauh<br />
diatas penampilan mereka atau gairahnya. Anda cukup pemalu dan tidak<br />
nyaman jika harus menunjukkan aksih sayang anda.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Pir</span><br />
Jika anda memutuskan untuk melakukan sesuatu, anda melakukannya<br />
dengan sukses tapi anda cenderung berubah-ubah dan mempunyai<br />
kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang pada awalnya anda antusias.<br />
Anda perlu tahu hasil usaha anda segera setelah melakukannya. Anda<br />
menyukai rangsangan mental dan suka terlibat dalam diskusi yang<br />
menarik.</p>
<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirmanto.web.id/keluarga/kepribadian-dan-buah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta</title>
		<link>http://dirmanto.web.id/keluarga/ungkapan-sederhana-untuk-istri-tercinta/</link>
		<comments>http://dirmanto.web.id/keluarga/ungkapan-sederhana-untuk-istri-tercinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 14:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>K D</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[sakinah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirmanto.web.id/ungkapan-sederhana-untuk-istri-tercinta.html</guid>
		<description><![CDATA[Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap, Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada [...]<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="removed_link" title="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:WtJuYCx70sHLCM:http://ekomia.files.wordpress.com/2008/04/104027_1imgquranpic2-l.jpg"></span>Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah <strong>istri<br />
Anda </strong>yang sedang terbaring letih menemani <strong>bayi Anda</strong>. Tataplah wajahnya yang<br />
masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya<br />
tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap, Kalau saja tak<br />
ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali<br />
sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi. Sesudahnya,<br />
bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa merasakan<br />
betapa segar udara pagi, Tubuh letih istri Anda barangkali belum benar<br />
benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan<br />
meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta<br />
membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti<br />
pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Anda pula yang<br />
harus mencucinya.<br />
Di<br />
saat seperti itu, apakah yang Anda pikirkan tenang dia? Masihkah Anda<br />
memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada<br />
anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang<br />
sama Anda menuntut dia untuk nenjadi istri yang penuh perhatian, santun<br />
dalam bicara, lulus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalani<br />
tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya<br />
bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.</p>
<p>Sekali<br />
lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan<br />
yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya<br />
tidak tengah mengajak Anda membiarkan istri kita membentak anak-anak<br />
dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak Anda melihat<br />
bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara kita tak pernah menyapa<br />
jiwanya, maka amat wajar kalau ia tidak sabar. Begitu pula manakala<br />
matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur<br />
nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat itulah<br />
jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita menjerit karena<br />
cubitannya yang bikin sakit.</p>
<p>Apa<br />
artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja<br />
secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah<br />
tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui,<br />
meski tak pernah meminta kepada Anda. Sementara gejolak-gejolak jiwa<br />
yang memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan<br />
jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan untuk mendengar,<br />
atau ia tak pernah Anda akui keberadaannya, maka jangan pernah<br />
menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba<br />
meledak. Jangankan istri kita yang suaminya tidak terlalu istimewa,<br />
istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan,<br />
meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Saw. tak mau<br />
mendengar melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu,<br />
Nabi Saw. hanya diam menghadapi ‘Aisyah yang sedang cemburu seraya<br />
memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.</p>
<p>Alhasil,<br />
ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita. Ketika kita menginginkan<br />
ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya<br />
nasehat yang perlu kita berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang<br />
perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalam<br />
menghadapi anak-anak setiap hari, Ada penerimaan yang perlu kita<br />
tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat<br />
untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih-sayang. Ada ketulusan yang<br />
harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap<br />
memiliki energi untuk tersenyum kepada anak-anak kita. Sepenat apa pun<br />
ia.</p>
<p>Ada<br />
lagi yang lain: pengakuan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi<br />
mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya,<br />
marilah kita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan<br />
waktu telah melewati tengah malam, pandanglah istri Anda yang terbaring<br />
letih itu. lalu pikirkankah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan<br />
sekedar untuk menqucap terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan<br />
kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa<br />
banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah<br />
bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat<br />
yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.<br />
Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, “Ada secangkir<br />
minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?”</p>
<p>Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Mungkin sekedar<br />
membantunya menyiapkan sarapan pagi<br />
untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak<br />
salah niat kita. Kalau kita terlibat dengan pekerjaan di dapur,<br />
memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK,<br />
itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha<br />
Allah. Sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang<br />
kila lakukan. Kita tidak akan mendapati amal-amal kita saat berjumpa<br />
dengan Allah di yaumil-kiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin Anda<br />
lakukan, terserah Anda. Yang jelas, ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan<br />
terima kasih<br />
atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga<br />
dengan kerelaan kita untuk menyatakan terima-kasih, tak ada airmata<br />
duka yang menetes dari kedua kelopaknya. Semoga dengan kesediaan kita<br />
untuk membuka telinga baginya, tak ada lagi istri yang berlari<br />
menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar. Dan<br />
semoga pula dengan perhatian yang kita berikan kepadanya, kelak istri<br />
kita akan berkata tentang kita sebagaimana Bunda ‘Aisyah radhiyallahu<br />
anha berucap tentang suaminya, Rasulullah Saw., “Ah, semua perilakunya<br />
menakjubkan bagiku.”</p>
<p>Sesudah<br />
engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau<br />
perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak<br />
untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa<br />
mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.<br />
Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih-sayang dan cinta yang tak<br />
lekang oleh perubahan, Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia,<br />
sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.</p>
<p>Sesudahnya,<br />
kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah kita ingat kembali ketika<br />
Rasulullah Saw. berpesan tentang istri kita. “Wahai manusia,<br />
sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian<br />
mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah,” kata Rasulullah Saw.<br />
melanjutkan, ‘kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah,<br />
dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab Allah. Takutlah<br />
kepada Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian<br />
untuk selalu berbuat baik.” Kita telah mengambil istri kita sebagai<br />
amanah dari Allah. Kelak kita harus melaporkan kepadaAllah Taala<br />
bagaimana kita menunaikan amanah dari-Nya apakah kita mengabaikannya<br />
sehingga gurat-gurat an dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh awal<br />
dari usia yang sebenarnya? Ataukah, kita sempat tercatat selalu berbuat<br />
baik untuk isti, Saya tidak tahu. Sebagaimana saya juga tidak tahu<br />
apakah sebagai suami Saya sudah cukup baik jangan-jangan tidak ada<br />
sedikit pun kebaikan di mata istri. Saya hanya berharap istri saya<br />
benar-banar memaafkan kekurangan saya sebagai suami. Indahya, semoga<br />
ada kerelaan untuk menerima apa adanya.</p>
<p>Hanya inilah ungkapan sederhana yang kutuliskan untuknya. Semoga Anda bisa<br />
menerima ungkapan yang lebih agung untuk istri Anda.</p>
<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirmanto.web.id/keluarga/ungkapan-sederhana-untuk-istri-tercinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yogyakarta Sekaten</title>
		<link>http://dirmanto.web.id/keluarga/yogyakarta-sekaten/</link>
		<comments>http://dirmanto.web.id/keluarga/yogyakarta-sekaten/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 14:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>K D</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[sekatenan]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirmanto.web.id/yogyakarta-sekaten.html</guid>
		<description><![CDATA[Muter sana.. sini.. gak sadar kok sudah sampai di keraton hehehe yang kebetulan sekarang lagi ada acara sekatenan ya udah mampir aja deh sambil menghabiskan malam bersama si bapak hihihi . Masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya.. ada pasar baju (murah dan mahal, lengkap deh *_*), pesta jajanan dan makanan baik lokal maupun international ada juga [...]<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3614/3328977159_6c30c6b6a1_m.jpg" rel="nofollow"  onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 180px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3614/3328977159_6c30c6b6a1_m.jpg" border="0" alt="" /></a>Muter sana.. sini.. gak sadar kok sudah sampai di keraton hehehe <img src='http://dirmanto.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  yang kebetulan sekarang lagi ada acara sekatenan ya udah mampir aja deh sambil menghabiskan malam bersama si bapak hihihi <img src='http://dirmanto.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya.. ada pasar baju (murah dan mahal, lengkap deh *_*), pesta jajanan dan makanan baik lokal maupun international <img src='http://dirmanto.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ada juga arena bermain untuk keluarga, terutama buat anak-anak.Sebenarnya tidak ada perubahan sih, agak bosen juga yang dilihat itu lagi.. soalnya cuman liat ajah kali yah gak beli ini itu heuheuhe… Tapi kita coba terus jalan siapa tahu ada “sisi lain” dari <strong>sekaten</strong> yang bisa kita nikmati di tahun ini.<br />
Akhirnya sampe deh di pangung kesenian, mungkin tahun lalu atau di luar acara sekaten panggung ini tetep ada, cuman kita baru kali ini nemunya <img src='http://dirmanto.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ya.. sambil istirahat sebentar setelah capek jalan terus dari tadi sembari menikmati kerak telor (lumayan ngirit ongkos daripada harus ke jakarta) kita tonton deh acara demi acara sampai akhirnya break karena masuk sholat maghrib dan isya <img src='http://dirmanto.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Lumayan menarik juga ada pentas seni anak anak TK dan SD dari berbagai daerah di yogyakarta, lucu lucu, unik dan menyegarkan, daripada terus jalan di pasar sekaten yang udah mulai penuh sama-orang orang soalnya sudah mulai sore menjelang malam.</p>
<p>Yang paling asyik acara pentas tari anak anak.. waduh jadi tambah kepingin punya momongan.. Ya Allaah berikanlah kami kepercayaan untuk amanahmu yang satu itu <img src='http://dirmanto.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Bangga sama anak-anak yang pentas di acara tersebut, biarpun masih keliatan kalau terlalu di atur plot dan gaya tari nya, masih gak kompak tapi seru dan lucu hihi yah.. namanya juga anak-anak kan.. sudah berani tampil di depan umum saja sudah bagus banget.</p>
<p>Setelah break.. kita terusin cari lagi hmm ada apalagi yah yang lain.. Nah gak sengaja kita lihat ada orang-orang kumpul di “sebelah sananya” Mesjid Gede, ternyata ada persiapan pemukulan gamelan, tadinya kita kirain apa gamelan ada acara dipukul segala hahaha.. maksudnya dimainkan begitu <img src='http://dirmanto.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  lalu kita iseng saja lihat sebentar.. sampai ngerasa laper lalu kita cari makan, karena yang ada nasi kuning dan nasi gurih semua rata-rata ya udah deh mau gak mau kita makan di salah satu tenda warung nasi itu.</p>
<p>Lumayan juga enak, atau memang lagi laper yah <img src='http://dirmanto.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Sambil makan kita coba ngobrol dengan penjual nya.. dan dapet sesuatu yang menari, katanya begini : “kalau kita mau awet mudah, habis makan nasi gurih ini, terus makan telor yang dijual di sekitar lokasi yang warnanya merah itu.. bisa bikin awet muda looh..” Wah masa siiiiiiiiiiiiiih <img src='http://dirmanto.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ayo bagi yang mau awet muda dateng kesini buat makan nasi gurih sama telor warna merah biar awet muda <img src='http://dirmanto.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirmanto.web.id/keluarga/yogyakarta-sekaten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Buku Tabungan</title>
		<link>http://dirmanto.web.id/keluarga/manfaat-buku-tabungan/</link>
		<comments>http://dirmanto.web.id/keluarga/manfaat-buku-tabungan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 13:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>K D</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirmanto.web.id/manfaat-buku-tabungan.html</guid>
		<description><![CDATA[Priya menikah dengan Hitesh. Pada pesta pernikahan, ibu Priya memberinya sebuah buku tabungan. Di dalamnya berisi tabungan sejumlah Rs.1000 (Rp 246.000). Dia berkata, “Priya, terimalah buku tabungan ini. Gunakan sebagai buku catatan dari kehidupan pernikahanmu. Jika ada satu peristiwa bahagia atau yang bisa dikenang, masukkan sejumlah uang tabungan di dalamnya. Tulis kejadian yang kamu alami [...]<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-197" title="Buku Tabungan" src="http://dirmanto.web.id/wp-content/uploads/2009/05/Buku-Tabungan.jpg" alt="" width="140" height="94" />Priya menikah dengan Hitesh. Pada pesta pernikahan, ibu Priya memberinya sebuah buku tabungan. Di dalamnya berisi tabungan sejumlah Rs.1000 (Rp 246.000). Dia berkata, “Priya, terimalah buku tabungan ini. Gunakan sebagai buku catatan dari kehidupan pernikahanmu. Jika ada satu peristiwa bahagia atau yang bisa dikenang, masukkan sejumlah uang tabungan di dalamnya. Tulis kejadian yang kamu alami di baris catatan yang ada di sampingnya. Semakin besar kenangan terhadap peristiwa itu, masukkan uang tabungan yang lebih besar. Ibu sudah melakukan di awal pernikahanmu ini.. Lakukan selanjutnya bersama Hitesh. Saat kamu melihat kembali tahun-tahun yang telah berlalu, kamu akan mengetahui betapa bahagianya kehidupan pernikahan yang kamu miliki.”</p>
<p>Priya memberitahukan hal ini kepada Hitesh setelah pesta usai. Mereka berdua setuju bahwa ini adalah ide yang sangat bagus dan mereka tidak sabar menanti saatnya untuk memasukkan tambahan uang tabungan ke dalam buku itu.</p>
<p>Ini yang mereka lakukan setelah beberapa waktu :</p>
<p>- 7 Februari : Rs 100 (Rp 24.600), perayaan ultah pertama untuk Hitesh setelah menikah.</p>
<p>- 1 Maret : Rs 300 (Rp 73.800), gaji Priya naik</p>
<p>- 20 Maret : Rs 200 (Rp 49.200), berlibur ke Bali</p>
<p>- 15 April : Rs 2.000 (Rp 492.000), Priya hamil</p>
<p>- 1 Juni ; Rs 1,000 (Rp 246.000), Hitesh dipromosikan … dan seterusnya …</p>
<p>Akan tetapi setelah beberapa tahun berlalu, mereka mulai beradu pendapat dan bertengkar untuk hal-hal yang sepele. Mereka saling diam. Mereka menyesal telah menikahi orang yang paling buruk di dunia … tidak ada</p>
<p>lagi cinta … sesuatu yang sangat tipikal di masa ini.  Suatu hari Priya berkata pada ibunya, “Ibu, kami tidak bisa bertahan lagi. Kami setuju untuk bercerai. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya telah memutuskan menikah dengan orang ini !”</p>
<p>Ibunya menjawab, “Baiklah, apa pun yang kamu ingin kerjakan kalau sudah tidak</p>
<p>bisa bertahan. Tetapi sebelum kamu melangkah lebih jauh, tolong lakukan</p>
<p>hal ini. Ingat buku tabungan yang ibu berikan saat pesta pernikahan</p>
<p>kalian? Ambil semua uangnya dan belanjakan sampai habis. Kamu tidak</p>
<p>bisa terus menyimpan catatan di buku tabungan itu untuk sebuah</p>
<p>pernikahan yang buruk.”</p>
<p>Priya berpikir bahwa itu benar. Jadi</p>
<p>dia pergi ke bank, menunggu di antrian dan berencana menutup buku</p>
<p>tabungan itu. Ketika menunggu, dia melihat catatan yang ada di buku</p>
<p>tabungan di tangannya. Dia melihat, melihat, dan melihat. Kemudian</p>
<p>ingatan akan semua kebahagiaan dan sukacita di masa-masa yang telah</p>
<p>lewat muncul kembali di pikirannya. Air mata menggenang dan berurai di</p>
<p>pipinya. Kemudian dia bergegas meninggalkan bank dan pulang.</p>
<p>Ketika sampai di rumah, Priya memberikan buku tabungan itu</p>
<p>pada Hitesh, dan memintanya untuk memasukkan sejumlah uang ke tabungan itu</p>
<p>sebelum mereka bercerai.</p>
<p>Hari esoknya, Hitesh mengembalikan buku tabungan itu pada Priya. Dia</p>
<p>menemukan tambahan tabungan sebesar Rs 5000 (Rp 1.230.000) dengan</p>
<p>catatan di dalam buku tabungan: ‘Ini adalah hari dimana saya menyadari</p>
<p>betapa saya mencintaimu sepanjang tahun-tahun yang telah kita lewati.</p>
<p>Betapa besar kebahagiaan telah kamu bawa untukku.” Mereka berdua</p>
<p>berpelukan dan menangis, dan meletakkan buku tabungan itu kembali di</p>
<p>tempat semula..</p>
<p>Anda tahu berapa uang yang terkumpul saat</p>
<p>mereka pensiun? Saya tidak bertanya pada mereka. Saya percaya uang</p>
<p>bukan masalah lagi setelah mereka berhasil melalui tahun-tahun yang</p>
<p>indah di sepanjang kehidupan pernikahan mereka.</p>
<p>* * * * *</p>
<p>“Saat engkau jatuh, jangan melihat tempat di mana kamu jatuh, tetapi lihatlah</p>
<p>tempat di mana kamu mulanya tergelincir. ”</p>
<p><strong>Hidup adalah memperbaiki kesalahan-kesalahan</strong></p>
<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirmanto.web.id/keluarga/manfaat-buku-tabungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu, mengapa engkau menangis&#8230;?</title>
		<link>http://dirmanto.web.id/keluarga/ibu-mengapa-engkau-menangis/</link>
		<comments>http://dirmanto.web.id/keluarga/ibu-mengapa-engkau-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 07:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>K D</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirmanto.web.id/ibu-mengapa-engkau-menangis.html</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. Ibu, mengapa Ibu menangis?”. lbunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. lbunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti. Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis [...]<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="removed_link" title="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:CJVf96hu3FsiVM:http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2008/08/crying.jpg"></span>Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. Ibu, mengapa Ibu menangis?”. lbunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. lbunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti.<br />
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?”<br />
Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.<br />
Lama kemudian, si. anak itu turnbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.<br />
Pada suatu malam, Ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.”Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”<br />
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,<br />
“Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.<br />
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.<br />
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula. ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.<br />
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.<br />
Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.</p>
<p>Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.</p>
<p>Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.</p>
<p>Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?</p>
<p>Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.</p>
<p>Dan, akhirnya, Kuberikan Ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya.</p>
<p>Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan”.</p>
<p><strong>Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, karena di kakinyalah kita menemukan surga</strong>.</p>
<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirmanto.web.id/keluarga/ibu-mengapa-engkau-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Tuhan menciptakan Kejahatan</title>
		<link>http://dirmanto.web.id/keluarga/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan/</link>
		<comments>http://dirmanto.web.id/keluarga/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 01:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>K D</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirmanto.web.id/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan.html</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?. Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, Betul, Dia yang menciptakan semuanya. Tuhan menciptakan semuanya? Tanya professor sekali lagi. Ya, Pak, semuanya kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab, Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, [...]<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:xCpBV8wBGPJQjM:http://imagecache.allposters.com/images/pic/CMAG/956-037%7EAlbert-Einstein-Posters.jpg" rel="nofollow"  onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 86px; height: 127px;" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:xCpBV8wBGPJQjM:http://imagecache.allposters.com/images/pic/CMAG/956-037%7EAlbert-Einstein-Posters.jpg" border="0" alt="" /></a>Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?. Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, Betul, Dia yang menciptakan semuanya. Tuhan menciptakan semuanya? Tanya professor sekali lagi. Ya, Pak, semuanya kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab, Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.  Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.<br />
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?.<br />
Tentu saja, jawab si Profesor,<br />
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, Profesor, apakah dingin itu ada?<br />
Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.<br />
Kamu tidak pernah sakit flu? Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.<br />
Mahasiswa itu menjawab, Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.<br />
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.<br />
Mahasiswa itu melanjutkan, Profesor, apakah gelap itu ada? Profesor itu menjawab, Tentu saja itu ada.<br />
Mahasiswa itu menjawab, Sekali lagi anda salah, Pak.<br />
Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.<br />
Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.<br />
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, Profesor, apakah kejahatan itu ada?<br />
Dengan bimbang professor itu menjawab, Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.<br />
Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.<br />
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, Sekali lagi Anda salah, Pak.<br />
Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.<br />
Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.<br />
Profesor itu terdiam.</p>
<p>Nama mahasiswa itu adalah <a href="http://images.google.co.id/images?rlz=1C1GGCM_enID324&amp;sourceid=chrome&amp;q=albert%20einstein&amp;um=1&amp;ie=UTF-8&amp;sa=N&amp;hl=id&amp;tab=wi" rel="nofollow" >Albert Einstein</a>.</p>
<p><a href="http://dirmanto.web.id" title="Keluarga Dirmanto Personal Blog">Keluarga Dirmanto Personal Blog - Belajar dan Berbagi Informasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirmanto.web.id/keluarga/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

