Ritual Tumpeng Kebangsaan
Besok Sore, 20 Mei 2010 Jam 16.00, Pardiman Joyonegoro bersama Acapella Mataraman akan hadirkan RITUAL TUMPENG KEBANGSAAN di Aula Boedi Oetomo SMA 11 Yogyakarta, Jl. AM Sangaji Cokrodiningratan Jetis 55233 (0274) 565898. Acara ini untuk merenungkan makna HARI KEBANGKITAN NASIONAL. Untuk mengenang kembali spirit perjuangan yang pernah digelorakan gerakkan Boedi Oetomo dan sekaligus memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Acapella Mataraman yang dikomandani Pardiman Joyonegoro menggelar hajatan Ritual Tumpeng Kebangsaan.
Ritual Tumpeng Kebangsaan yang dilangsungkan bertepatan dengan momentum penting Hari Kebangkitan Nasional ini sengaja memilih tempat di Aula Boedi Oetomo SMA 11 Yogyakarta. Karena di sekolah yang dulunya sebagai gedung Kweekschool (Sekolah Guru Jaman Belanda) ini pernah menjadi ajang konggres pada saat awal berdiri gerakkan Boedi Oetomo (1908).
Ritual Tumpeng Kebangsaan dengan memilih tempat dimana dulu pernah digunakan sebagai kawah-condrodimuka Boedi Oetomo Pardiman Joyonegoro berharap api semangat gerakkan kebangsaan itu bisa memercik kepada kepada generasi muda jaman sekarang.
Ditengah laju gerakkan Reformasi yang kian tidak jelas juntrungnya kini, semangat Boedi Oetomo kian terasa nyaring maknanya. Sebuah gerakkan kebangsaan yang mencoba menyatu-padukan kekuaatan Nasionalisme dengan meretas-batas perbedaan suku, agama, bahasa, etnis, dan golongan kian terasa penting artinya, apalagi ditengah kondisi bangsa Indonesia yang kini mulai tercabik-cabik oleh perbedaan partai, agama, suku, dan semangat kedaerahanya yang berlebih.
Indonesia adalah negara yang dikarunia beribu keragaman, jika itu menjadi satu kekuatan yang saling menopang, bukan tidak mungkin Indonesia bakal menjadi mercusuar dunia. Dan itu pula kenapa Tumpeng Kebangsaan ini kami hadirkan sebagai simbol dalam memaknai Hari Kebangkitan Nasional kali ini. Beragam rasa asin, manis, pahit, dan gurih yang terkandung dalam setiap makan ada didalam rangkai Tumpeng Kebangsaan itu. Setiap unsur makanan akan kehilangan nikmatnya jika tidak saling dipadukan, ketika semua unusr makanan bersatu padu maka ia akan mampu hadir menjadi santapan yang lezat.
Ritual Tumpeng Kebangsaan kami simbolkan seperti Indonesia. Bersatunya segala kekuatan yang menopang, akan menjadi kekuatan yang dasyat yang mampu meretas segala persoalan yang melilitnya. Tapi jika setiap komponen bangsa saling bertengkar, segala potensi justeru akan menjadi sungai-sungai masalah yang menggenangi kehidupan. Berbeda-beda tapi tetap satu juga, itulah makna Bhineka Tunggal Ika yang kini mulai dilupakan orang.






2 Responses to Ritual Tumpeng Kebangsaan
phery
May 21st, 2010
at 9:09 am
kalau sekarang artinya berubah jadi “BERBEDA-BEDA TETAPI HANTAM JUGA”
Keluarga Dirmanto
May 21st, 2010
at 4:33 pm
iya pow mas.. jadi inget ip man 2, walaupun berdiri pada masing2 perbedaan tapi diharapkan tetap bisa saling menghargai satu sama lain